Panah-panah iblis kembali melaju dikala pandangan tak tertahan, hanya ada dua arah yaitu ke tanah atau kelangit mata ini dapat melihat. bukan karena dia tak pantas dilihat, tapi menjaga mata ini agar tidak tertipu. benar lah adanya, pandangan kedua akan memperindah sesosok dibalik kain itu karena setan telah memberikkan bisikan harapan palsu kepada para peminjam mata. sekarang apalah daya untuk melepaskannya, mungkin waktu bisa mengikisnya. itu lah kesalahanku melakukan sebab yang tak bisa kutahan akibatnya. ini seperti halnya meminum khamr kau bisa tahan untuk tidak minum tapi engaku tak kuasa untuk menahan ketika akibatnya kaau dimabukan. walau mungkin ini tak berlaku lagi untuk orang terbisa meminumnya. Dari segala hal yang terjadi api cemburu yang tak pantaslah menjadi lawan yang cukup tangguh, mungkin harus ada air sui yang mendinginkan api itu. laksana air yang mendinginkan kerongkongan saat magrib dikumandangakan.
Sekarang semuanya nyata dan tampak jelas walau si pemalu tetap bertutup mulut dari segala itu meski yang tertulis telah tampak jelas. kini birupun tertenduk dengan terlalu percaya kepada pendapatnya daripada apa yang seharusnya dipercaya. janji salahpun telah terangkai diatas permainan yang sekarang dianggap suci yang dulu biru pun pernah melakukan itu, sampai akhirnya dia menoleh kebelakang ternyata apa yang dilakukannya menyimbah dara kecil, tangis, penyesalan dan keraguan atas keadilan. tapi itu sekarang semua sudah terlewatkan oleh sesuatu yang di perkenalkan tuhan yang dinamainya dengan pengampunan. mungkin benar terkadang tuhan menyukai sesuatu yang kausa terjadinya sesuatu tersebut Dia tidak suka, seperti tuhan yang menyukai hamba yang bertaubat walau pun kausa dari seorang hamba bertaubat adalah membuat dosa yang tuhan tak menyukainya.
hati birupun sedikit patah mencinta, karena seekor merpati kecil telah membawa sebuah kalimat yang membuat para pemendam meledakkan segala emosi yang tertata rapi di dalam hati. Tidak marah, hanya tinggal menunggu waktu kapan ini bisa terganti atau tetap dan dia yang mengganti. terdengar tak jelas tapi biarlah aku yang mengerti bahwa setiap sesuatu yang indah ditanam pasti saja ada hama hama yang ingin memeranginya.
semua kalimat diatas terlihat tak jelas bahkan membingungkan.tapi tak apalah mungkin dia belum terlalu mengenal biru sehingga dia terlalu cepat mengambil keputusan, mungkin ia mengenal biru yang dulu pernah melakukan apa yang ia lakukan sehingga dia melakukan itu agar biru dan di terlihat sama dan akhirnya terpantaskan.
biru mungkin bukanlah pria yang baik. tapi biru tau.
biru yang baik bukannlah yang tak pernah menyentuh wanita,tapi tahu wanita mana yang boleh dia sentuh.
biru yang baik bukan yang tak pernah menangis, tapi dia tahu dihadapan siapa dia akan menangis.
biru yang baik bukan yang tak pernah mengeluh, tapi dia tahu kepada siapa dia boleh mengeluh.
biru yang baik bukanlah yang tak pernah tidur terlalu malam, tapi yang tahu malam waktu yang didambakan
dan biru yang baik melihat wanita laksana melihat matahari, sehingga pada saat melihatnya mata langsung tersilau oleh sinarnya dan menunduk atau mengalihkan arah. wajah dia yang bersinar semoga membuat biru tersilaukan olehnya dan tak mampu untuk memandangnya sebelum memandanganya menjadi hal yang di bolehkan.
dia siapa? dia adalah hijau. semoga engkau hijau tidak menguning oleh kesenangan sementara seperti biru yang dulu adalah merah.
Dari biru untuk hijau
No comments:
Post a Comment